|
|
|
Banyak orang berpikir bahwa pacaran adalah hal yang biasa dikerjakan
pada masa remaja sekedar untuk mengisi waktu luang namun sebenarnya
devinisi yang tepat tentang berpacaran adalah "mempersiapkan diri menuju
pernikahan".
Banyak orang berkata bahwa "masuk dalam pernikahan adalah membangun sebuah rumah" dan pernyataan itu sangat terbalik sekali, kita bukan membangun sebuah rumah saat kita masuk dalam suatu kehidupan berumah tangga tetapi "kita membangun rumah justru pada masa berpacaran dan memasuki rumah tangga adalah memasuki rumah yang telah dibangun".
Ada banyak orang yang mengalami keterbalikan dan mereka mulai berpikir "kenapa rumah tangga saya sulit di perbaiki? kenapa didalam rumah tangga saya penuh dengan masalah, penuh dengan pergumulan, penuh dengan persoalan yang tidak bisa diselesaikan?" tanpa mereka sadari, mereka tidak mempersiapkan rumah tangga itu sebaik-baiknya sehingga mungkin mereka berdoa dan berdoa namun persoalan sebenarnya adalah mereka belum mengenal dan mengerti baik siapa suami atau istrinya.
Banyak orang sekedar mengisi waktu kosongnya pada masa mudanya dengan berpacaran tanpa memiliki pengertian yang benar sebab berpacaran adalah masa menuju sebuah pernikahan dan seorang yang siap berpacaran adalah seseorang yang mulai berpikir untuk mempersiapkan diri dalam sebuah rumah tangga, berarti pacaran adalah suatu masa yang sangat penting bagi sebuah rumahtangga [Kejadian Pasal 24]
(GL)
Banyak orang berkata bahwa "masuk dalam pernikahan adalah membangun sebuah rumah" dan pernyataan itu sangat terbalik sekali, kita bukan membangun sebuah rumah saat kita masuk dalam suatu kehidupan berumah tangga tetapi "kita membangun rumah justru pada masa berpacaran dan memasuki rumah tangga adalah memasuki rumah yang telah dibangun".
Ada banyak orang yang mengalami keterbalikan dan mereka mulai berpikir "kenapa rumah tangga saya sulit di perbaiki? kenapa didalam rumah tangga saya penuh dengan masalah, penuh dengan pergumulan, penuh dengan persoalan yang tidak bisa diselesaikan?" tanpa mereka sadari, mereka tidak mempersiapkan rumah tangga itu sebaik-baiknya sehingga mungkin mereka berdoa dan berdoa namun persoalan sebenarnya adalah mereka belum mengenal dan mengerti baik siapa suami atau istrinya.
Banyak orang sekedar mengisi waktu kosongnya pada masa mudanya dengan berpacaran tanpa memiliki pengertian yang benar sebab berpacaran adalah masa menuju sebuah pernikahan dan seorang yang siap berpacaran adalah seseorang yang mulai berpikir untuk mempersiapkan diri dalam sebuah rumah tangga, berarti pacaran adalah suatu masa yang sangat penting bagi sebuah rumahtangga [Kejadian Pasal 24]
(GL)
